Home / indonesia / Adan Berhasil Tuntut Jenderal |Berita Terkini

Adan Berhasil Tuntut Jenderal |Berita Terkini

Adan Berhasil Tuntut Jenderal |Berita Terkini, Tidak cuma di zaman Soekarno, Buyung pun sempat dibenci Presiden Soeharto. Dalam bukunya berjudul ‘Pergulatan Tak Ada Henti’ terbitan Aksara Karunia, 2004, dirinya tidak dianggap waktu menuturkan konsep tindakan anti- korupsi yang dibuatnya. Biarpun sudah menemui Sang Khalik, sepak terjang yang dilakukan Adnan semasa hidupnya senantiasa tersimpan dalam catatan peristiwa. Ia jadi sosok yang tidak takut dihukum oleh presiden manapun, dan amat sangat rajin melontarkan beragam macam kritik.

Ketika itu, Buyung ditemani Harjono Tjitrosoebeno, Erie Sudewo, Fuad Hassan, dan Reen Moeliono. Soeharto didampingi lima orang jenderal. Buyung menyerahkan dokumen terdaftar, dulu memaparkan tujuan Buyung dan teman-teman yang mau Orde Baru dibersihkan dari praktik korupsi. Beliau meminta Soeharto menyeret pejabat militer yang diduga korupsi ke pengadilan.

“Seret jenderal-jenderal yang korup itu ke pengadilan!” ucapnya dikala itu. Mendengar itu, tidak dengan tidak sedikit berkata, Soeharto cepat meninggalkan semua tamunya dan tidak kembali lagi. Seketika, jumpa segera berakhir. Kemarahan Pak Harto baru diketahuinya ketika membaca koran sore yang berjudul, ‘kalau bukan Buyung telah saya tempeleng’.

“Informasi koran dan serta kabar lain menyampaikan Soeharto beram betul terhadap saya,” saya Buyung seperti tertuang dalam halaman 191 buku Pergulatan tidak Ada Henti.

About admin