Home / berita umum / Amalkan Pancasila Sri Sultan Gelar Makan Bersama Warga Di Malioboro

Amalkan Pancasila Sri Sultan Gelar Makan Bersama Warga Di Malioboro

Amalkan Pancasila Sri Sultan Gelar Makan Bersama Warga Di Malioboro – Pancasila jadi ideologi bangsa Indonesia mesti dapat diimplementasikan dalam kehidupan riil di orang-orang. Pancasila mesti membumi sampai semua susunan orang-orang.

Usaha membumikan Pancasila di Yogyakarta di gelar dengan beragam seperti dialog dengan warga serta yang lain. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X siap untuk dialog dengan duduk lesehan dengan warga.

Direncanakan Sri Sultan HB X juga akan Dhahar Kembul atau makan dengan di pedestrian Malioboro pada 7 Agustus 2018. Hal semacam ini ambil peristiwa pada Selasa Wage waktu semuanya PKL Malioboro libur.

” Dialog dengan warga orang-orang serta ada di antara kita, bila memanglah di bawah duduk di bawah, tidak usak gunakan kursi, saya tak ada problem. Yang perlu momen ini janganlah memisahkan di antara petinggi dengan orang-orangnya, ” kata Sri Sultan HB X, pada konferensi pers ” Bln. Pancasila, Kita Pancasila, ” di kantor Gubernur DIY, Rabu (6/6/2018).

Sultan mengharapkan bln. pancasila di Yogyakarta di desain jadi momen budaya dari kita untuk kita. Hala itu untuk mensupport Pancasila jadi ideologi negara. Pancasila yaitu jadi satu diantara bukti diri bangsa selain Berbeda-beda Tunggal Ika serta Merah Putih. Sultan HB X menyebutkan mensupport program untuk membudayakan Pancasila.

” Serta Yogyakarta ini final jadi sisi dari Republik, bermakna apa, tidak bisa orang-orang Yogyakarta hatinya mendua, di mana kita harusnya juga setuju terima bukti diri bangsa yang sebagai indentitas orang-orang Yogyakarta jadi sisi dari Republik, ” kata Sultan HB X.

Pada saat yang sama, anggota dewan pengarah Tubuh Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Ahmad Syafii Maarif menyebutkan aktivitas bln. Pancasila ini perlu, terlebih sesudah kejatuhan orde baru Pancasila seperti tidak di perhatikan sekali lagi. Walau dengan program aktivitas itu memanglah tidak dapat segera dirasa.

Menurut Buya panggilan akrabnya itu, sebenarnya Pancasila senantiasa berada di UUD 45, pada saat federasi serta UUD Sesaat, cuma perumusanya yang berlainan. Jadi sesungguhnya Pancasila dengan konstitusional itu tetaplah ada. Dalam Pancasila sila ke 5 serta pasal 33 UUD 45 memanglah belum juga turun ke bumi.

” Bila negara atau pemerintah itu tidak serius buat turun ke bumi sila ke 5 serta pasal 33, saya rasa ini kita juga akan capek sekali lagi, bangsa ini capek selalu dengan beragam beberapa macam kepercayaan, ” kata Buya Safii Maarif.

Rektor UGM, Panut Mulyono menyebutkan internalisasi Pancasila mesti dikerjakan sesuaikan dengan perubahan jaman. Perguruan tinggi juga tingkatkan bagaimana penyampaian nilai-nilai mulia Pancasila pada mahasiswanya.
Bacalah juga : Ubur-ubur Menepi di Pantai Parangtritis, Wisatawan Diimbau Waspada

” Mesti sesuaikan dengan jamanya yiatu jaman milineal dan dengan beberapa cara praktis yg tidak banyak teorinya namun segera tentang praktek dari nilai-nilai mulia Pancasila, ” kata Panut Mulyono pada saat itu.

Rangkaian aktivitas bln. Pancasila di DIY diantaranya yakni bersih-bersih Masjid Pathok Negoro pada Juli 2018, Dhahar Kembul dengan Sri Sultan HB X pada 7 Agustus, sarasehan Pancasila, penentuan beberapa profil inspiratif. Lalu juga di gelar beragam lomba-lomba seperti lomba mural kita Pancasila, lomba vlog, lomba siskamling kreatif, lomba cover lagu Garuda Pancasila dan sebagainya. Semuanya aktivitas itu seutuhnya dibiayai oleh swasta.

About admin