Home / berita umum / Dimas Kanjeng Diadili Hari Ini

Dimas Kanjeng Diadili Hari Ini

Dimas Kanjeng Diadili Hari Ini – Masih tetap ingat Dimas Kanjeng sebutan lain Patuh Pribadi? Sesudah diberi hukuman 18 tahun penjara jadi otak pembunuhan santri serta penipuan, Dimas Kanjeng melakukan sidang perdana masalah pendapat penipuan Rp 10 Miliar, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam sidang, Dimas Kanjeng tidak didampingi pengacara atau kuasa hukum. Ini merupakan sidang ke-3 buat Dimas Kanjeng. Sidang pertama, divonis 18 tahun penjara atas masalah pembunuhan bekas pengikutnya. Sidang ke-2, divonis 3 tahun penjara atas masalah penipuan Rp 800 juta.

Rupanya dampak Dimas Kanjeng masih tetap kuat di hati beberapa santrinya. Dapat dibuktikan waktu sidang, beberapa puluh santri mengakui hadir dari Padepokan di Probolinggo untuk memberi support kepribadian. Karena, Dimas Kanjeng dipandang seperti maha guru serta benar.

” Assalamualaikum eyang mulia, ” sapa santri pedepokan waktu Dimas Kanjeng keluar dari ruangan tahanan sesaat menuju ruangan sidang Cakra di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (1/8/2018).

Mendapatkan salam dari beberapa santrinya, Dimas Kanjeng melempar senyum serta mengacungkan jempolnya. ” Baik alhamdulillah, wa’alaikumsalam, ” jawabnya sekalian melambaikan tangan serta disudahi pemberian jempol pada santrinya.

Amir, masyarakat Bekasi mengakui sekarang ini tinggal di Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal Probolinggo. Amir hadir bersama dengan beberapa puluh santri yang lain. Tidak hanya memberi support, mereka juga memandang yang dikerjakan Patuh Pribadi menjadi guru telah benar hingga butuh di dukung.

” Kalaupun gurunya benar kan santrinya mesti mensupport. Beliau benar kok, saya serta kami meyakini itu akan tidak dapat dibuktikan, ” tutur Amir.

Sesaat dalam tuduhan yang dibacakan JPU Rakhmad Hary Basuki, Dimas Kanjeng mengakui dapat melipatgandakan uang M Ali, masyarakat Kudus, dengan prasyarat memberi mahar sejumlah Rp 10 Miliar pada terdakwa lewat santri padepokan.

Dimas Kanjeng menjanjikan dapat melipatgandakan uang korban Rp 10 Miliar jadi Rp 60 Miliar dalam pecahan uang dollar dalam suatu koper yang tidak bisa di buka sebelum saatnya.

” Korban disuruh penuhi tiga prasyarat yaitu mampu membaca wirid, puasa, serta memberi mahar untuk percepat proses uang yang dijanjikan terdakwa pada korban, ” papar JPU Rakhmad.

Bukan sekedar uang mahar Rp 10 Miliar yang disuruh Dimas Kanjeng, korban kembali disuruh mahar lagi untuk buka rekening buat padepokan serta pelantikan raja. ” Ali kembali disuruh mahar lagi untuk pembukaan rekening Hanna Bank Rp 7 Miliar, pembukaan rekening ICBC Rp 5 Miliar, serta pembukaan sekretariat cabang padepokan di Kudus Rp 2, 5 Miliar dan diminta mencairkan dana untuk pelantikan raja Rp 3, 5 Miliar, ” imbuhnya.

Pada akhirnya, Ketua Majelis Hakim kembali tunda sidang pada 8 Agustus 2018 dengan agenda kontrol saksi.

About admin