Home / Uncategorized / Jadi Pengedar Sabu, Pasatri Di Samarinda Dibekuk Polisi

Jadi Pengedar Sabu, Pasatri Di Samarinda Dibekuk Polisi

Jadi Pengedar Sabu, Pasatri Di Samarinda Dibekuk Polisi – Pasangan suami istri, Darwis (40) serta Endang (32) , warga Jalan Kenanga, Samarinda, Kalimantan Timur, ditangkap petugas BNN Propinsi Kalimantan Timur. Penangkapan dilaksanakan sehabis keduanya membuat tempat tinggal dihuni menjadi transaksi jual beli sabu.

Keduanya ditangkap petugas, Selasa (17/4) awal hari. Bertepatan itu, petugas juga mengamankan 5 orang yg akan beli sabu. Kala digeledah, petugas mengambil 16 poket sabu seberat 6, 02 gr, alat isap sabu, juga duit Rp 100 ribu.

Dari penyelidikan petugas, keduanya sedia kan paket sabu, yg dipasarkan lewat loket di jendela tempat tinggal. Istimewanya kembali, pasangan suami istri itu juga sedia kan kamar seandainya konsumen mau menghisap sabu.

” Ada loket di kamar tidur. Apabila ada yg pengin gunakan segera, dapat menghisap sabu di kamar yg disajikan, ” kata Kabid Pemberantasan BNN Propinsi Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon, dalam info resmi di kantornya, Jalan Rapak Indah, Samarinda, Kamis (19/4) sore.

Dalam pengembangan, di hari yg sama, seputar jam 22. 30 Wita, petugas kembali menangkap seseorang terduga pengedar, Jamani, di tempat tinggalnya Jalan Jelawat.

” Barang untuk bukti salah satunya ada 39 poket dirumah Jamani. Kita juga dapatkan senjata, yg pernah saya duga senjata barah tetapi nyata-nyatanya air softgun, ” jelas Tampubolon.

Tim lagi-lagi senantiasa bergerak. Hari Rabu (18/4) siang tempo hari, kembali menggerebek tempat tinggal di Jalan Kakap, masihlah di Samarinda. Modusnya sama, jual paketan sabu lewat kamar jendela. ” Yang miliki tempat tinggal, Noviansyah, kita amankan dengan bukti 3 poket sabu siap jual, serta sendok penakar, ” ungkap Tampubolon.

Tampubolon menuturkan, pasangan suami istri Endang serta Darwis, ditandai pemain baru dalam usaha narkoba. ” Pasangan suami istri ini, udah 1 th. jualan sabu. Terlebih dahulu belum pula sempat terdeteksi, ” sebutnya kembali.

” Dari penangkapan Endang serta Darwis, ada sepasang suami istri kembali kita pastikan masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) . Juga dari penangkapan Noviansyah, kita lagi tengah kejar Hendra, yg juga kita tambahkan dalam DPO, ” kata Tampubolon.

Pengungkapan persoalan tersebut, menjadi rangkaian dari operasi pemberantasan, yg di mulai Maret-April 2018. Dengan cara seluruh, ada 8 orang di tangkap dna jadikan tersangka, dengan barang untuk bukti 302, 57 gr sabu, 1 butir ekstasi, 83 poket narkoba juga duit tunai Rp 6, 3 juta juga 1 pucuk air softgun.

About admin