Home / berita umum / JK Akan Hadir Pertemuan Perlakuan Resiko Tragedi

JK Akan Hadir Pertemuan Perlakuan Resiko Tragedi

JK Akan Hadir Pertemuan Perlakuan Resiko Tragedi – Wakil Presiden (Wakil presiden) Jusuf Kalla (JK) berangkat ke Jenewa, Swiss, Selasa (14/5) pagi hari. JK akan hadir pertemuan perlakuan resiko tragedi.

Wakil presiden dibarengi istri Mufidah Jusuf Kalla, diskedulkan pergi ke Jenewa dengan dahulu transit di Doha, Qatar. Wakil presiden berangkat gunakan pesawat komersial dari Lapangan terbang Soekarno-Hatta.

Dari Doha, penerbangan akan dilanjut ke Jenewa pada kira-kira jam 08.05 waktu ditempat (WS), Selasa (14/5). Direncanakan Wakil presiden JK serta rombongan datang kira-kira jam 13.35 WS atau jam 18.35 WIB di Jenewa.

Setiba di Lapangan terbang Internasional Cointrin, Jenewa (GVA), Wakil presiden JK akan diterima Duta Besar RI Swiss Muliaman D. Hadad serta Wakil Terus RI di Jenewa Hasan Kleib.

Dan Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir, Deputi I Duta Besar Andreano Erwin, Deputi II Duta Besar Syamsul B. Siregar akan menyongsong kehadiran Wakil presiden JK di Hotel Beau Rivage.

Dalam hari ke-2, Wakil presiden JK diskedulkan bersua dengan Wakil Pertama Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail. Seterusnya, Wakil presiden JK bersama dengan rombongan hanya terbatas akan hadir acara “The Christchurch Call to Action” dan Dinner Tech for Good Summit di Paris.

Dan hari ke-tiga, Wakil presiden JK akan memberikan pandangan nasional pada Global Basis for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019 yg diadakan di International Conference Center Geneva (CICG).

GPDRR sendiri dihelat pada 13 Mei sampai 17 Mei 2019 dengan objek ” Resilience Dividend: Towards Sustainable and Inclusive Societies”.

Di celah acara, Wakil presiden JK diskedulkan bersua dengan Komisioner Tinggi UNHCR Filippo Grandi serta Presiden International Committee of the Red Cross_(ICRC) Peter Maurer, dan Sekretaris Jenderal IFRC Elhadj As Sy.

Diluar itu pun diskedulkan beberapa pertemuan salah satunya dengan Direktur Jenderal International Organization for Migration (IOM) António Vitorino, Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach, Presiden International Basketball Federation (FIBA) Horacio Muratore.

Wakil presiden JK diskedulkan juga bertandang ke universitas The Swiss Federal Institute for Vocational Education and Training (SFIVET), serta disudahi dengan membuka puasa bersama dengan orang Indonesia di Jenewa.

Menurut JK, lawatannya ke Swiss penting berkenaan perlakuan kebencanaan di dunia. Dikarenakan Indonesia, sambung JK punyai banyak pengalaman dalam menuntaskan beberapa tragedi alam dari tsunami serta gempa bumi yg disadari dunia internasional.

“Ini pertemuan yg dijalankan oleh United Nations (PBB) sisi kebencanaan. Mereka meminta saya, dengan pribadi, langsung buat berkata bagaimana pengalaman Indonesia menangani tragedi. Itu penting buat jadikan seperti skema mitigasi tragedi,” papar JK.

Dan buat kunjungan di Prancis, JK akan berkata tentang permasalahan perlakuan terorisme. Antara lainnya, perlakuan penebaran memahami terorisme melalui dunia maya.

“Di internet, anda dapat belajar mengenai bom, idologi beberapa macam, semua dapat melalui internet. Karenanya, saya bersama dengan Rudiantara diundang Presiden Prancis Emmanuel Macron serta Pertama Menteri New Zealand yg beberapa waktu terakhir (wilayahnya) sudah berubah menjadi korban,” kata JK

About admin