Home / indonesia / KCIC Tak Pernah Memerintahkan Kawasan Lanud Halim Perdanakusuma

KCIC Tak Pernah Memerintahkan Kawasan Lanud Halim Perdanakusuma

5 Warga Negara China ditangkap oleh TNI AU terkait pengerjaan proyek pembangunan kereta cepat di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Karena kejadian ini, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pun angkat suara.

Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan menyatakan, pihaknya tidak pernah memberikan perintah atas kegiatan apapun di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang menjadi kawasan milik TNI AU.

Hanggoro pun menyatakan, PT KCIC serta PT Wijaya Karya tak pernah meneken kontrak dengan PT Geo Central Mining (GCM) yang mempekerjakan 5 WN China tersebut, untuk melakukan pengerjaan survei serta pengeboran buat sampel di wilayah Halim Perdanakusuma.

Hanggoro pun menandaskan, PT KCIC sudah bekerjasama dengan The Third Railway Survey and Design Institute Group Corporation (TSDI) guna mengontrol semua kegiatan yang berhubungan dengan penyiapan Design Engineering kereta cepat Jakarta-Bandung.

Sebelumnya, 5 WN China serta 2 WNI ditangkap TNI AU saat tengah melakukan pengerjaan proyek pembangunan kereta cepat di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (26/4). Di lahan milik TNI AU tersebut para pekerja asing melakukan pengeboran guna mengambil sampel tanah terkait pembangunan proyek kereta cepat. Saat ini 5 WNI China tersebut ditahan di kantor Imigrasi Jakarta Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

About admin