Home / berita umum / KPU Menjelaskan Momen Tidak Didapati Lewat Cara Detail

KPU Menjelaskan Momen Tidak Didapati Lewat Cara Detail

KPU Menjelaskan Momen Tidak Didapati Lewat Cara Detail – Mahkamah Konstitusi (MK) menampik kaidah team hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bab pencoblosan surat nada lewat cara bersama-sama di Mimika, Papua. MK menampik sebab kaidah itu tidak dapat dukungan bukti yang valid.

“Pemohon mendalilkan di TPS 05 Limau, Asri Barat, Kabupaten Mimika, Papua, diketemukan tersisa surat nada yang tidak terpakai serta dicoblos berramai-ramai, bahkan juga beberapa anak. Buat tunjukkan kaidah itu pemohon ajukan alat bukti yang dikasih isyarat bukti P140MMM berbentuk video rekaman,” kata Hakim Konstitusi Suhartoyo membacakan opini MK dalam berkas keputusan tuntutan hasil Pemilihan presiden di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Suhartoyo menjelaskan, KPU sebagai faksi termohon menyanggah serta menyebutkan kaidah team hukum Prabowo-Sandi tidak berdasarkan. KPU menjelaskan momen itu tidak didapati lewat cara detail.

“Kalau pada kaidah a quo, termohon menyanggah serta menyebutkan jadi kaidah yang tidak berdasarkan sebab tidak terjelaskan lewat cara detail kapan serta bagaimana peristiwanya, berapakah banyak tersisa surat nada yang dicoblos bersama-sama, serta apa hubungan dengan pencapaian nada semasing pasangan calon,” papar Suhartoyo.

KPU lalu berikan bukti terhadap Mahkamah berbentuk laporan dari Bawaslu. Dalam bukti itu, Bawaslu Papua ataupun Bawaslu Kabupaten Mimika tidak terima laporan pelanggaran pemilu.

Mahkamah lalu lihat video yang diberikan team hukum Prabowo-Sandi. Mahkamah menyebutkan tidak ada momen seperti yang didalilkan team Prabowo-Sandi bab pencoblosan surat nada tersisa lewat cara bersama-sama.

“Seusai Mahkamah mengamati bukti video rekaman yang bertanda bukti P140MMM, tidak diketemukan terdapatnya siaran gambar seperti yang didalilkan pemohon sebab sebenarnya yang berlangsung merupakan terdapatnya kesibukan anggota KPPS serta satu orang anak yang seakan mengalkulasi surat nada. Tetapi tidak didapati tentunya apa yang dijalankan anak itu,” sebut Suhartoyo.

“Oleh sebab itu Mahkamah tidak bisa yakini kalau siaran video itu merupakan representasi terdapatnya tersisa surat nada yang tidak terpakai yang dicoblos bersama-sama termasuk juga beberapa anak. Lebih seperti keterangan Bawaslu kalau masalah yang disebut belum pernah diadukan padanya,” sambungnya.

MK menampik kaidah dari team hukum Prabowo-Sandi sebab tidak dapat dukungan bukti valid.

“Sampai demikian bertambah memberikan keyakinan mahkamah kalau momen yang didalilkan pemohon itu tidak dapat dukungan bukti yang valid. Karena itu kaidah pemohon a quo dikatakan tidak beralasan menurut hukum,” papar Suhartoyo.

About penulis77