Home / berita umum / Masalah Serius Truk Sampah DKI Yang Masuk Bekasi

Masalah Serius Truk Sampah DKI Yang Masuk Bekasi

Masalah Serius Truk Sampah DKI Yang Masuk BekasiĀ  – Masalah penghentian truk sampah DKI yang masuk ke Bekasi jadi permasalahan serius. Jika ini tidak segera selekasnya dituntaskan Gubernur DKI Anies Baswedan serta Walkot Bekasi, ingin di kemanakan sampah DKI?

Berdasar pada data Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada awal Januari tahun 2018, ada beberapa ribu ton sampah dibuat Ibu Kota. Sampah itu diangkut oleh 1.200 truk sampah ke tempat pembuangan akhir.

Banyak sampah DKI diarahkan ke TPST Bantargebang di Bekasi. Permasalahan muncul waktu Wali Kota Bekasi hentikan perihal itu. Wali Kota Bekasi Karunia Effendi (Pepen) mengkonfirmasi jika salah satunya fakta dihentikannya truk sampah sebab dana hibah yang belumlah dituntaskan Pemprov DKI.

“Saya duga jika tidak ada ketetapan akan bersambung. Itu kan ada kontrak kesepakatan bersama dengan yang perlu dimengerti. Jika tidak dipenuhi, jangankan kembali di stop, ditutup dapat juga,” kata Pepen, Jumat (19/10).

Menurut Pepen, dana hibah dibutuhkan salah satunya untuk membiayai proses-proses pengendalian sampah yang jika tidak dikerjakan dapat berefek ke lingkungan.

“Selalu ada kemitraan yang perlu dibantu apa. Jika tidak dikasihkan, ya tidak perlu ada kerja sama,” tambah Pepen.Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan menunaikan semua keharusan ke Pemda Bekasi. Menurut Anies, Pemprov DKI sudah membayar keharusan semenjak Juni 2018.

“Utamanya ialah kita akan menunaikan semua sebagai keharusan, serta sebetulnya semua yang di persetujuan telah digerakkan semenjak bulan Juni,” kata Anies, Jumat (19/10).

“Tempo hari jadi jika disebut ada yang belumlah, saya tidak ingin cepat-cepat sangkal, saya akan cek. Jika ada yang memang seharusnya dikerjakan serta belumlah, ya kami tunaikan,” sambung ia.

Di dalam ‘kisruh’ masalah sampah ini, Anies mulai menyentuh masalah pengoperasian sarana pemrosesan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara. Anies membidik ITF Sunter dapat memproses sampah sampai 2 ribu ton dalam sehari.

“Babak pertama ini diinginkan dapat menyimpan 2 ribu ton /hari,” papar Anies, Jumat (19/10).
Jadi sampah di Jakarta ini sekitar pada 7.000 sampai 8.000 ton /hari. Range-nya bergantung musim dan sebagainya, kita dalam tempat yang pertama yang di Sunter insyaallah dapat memproses 2.000 ton,” jelasnya.

Lalu pada saat Anies-Walkot Bekasi belumlah ada titik temu, ingin di kemanakan beberapa ribu ton sampah ibu kota?

About admin