Home / berita umum / Oplos Beras Kualitas Rendah dengan Medium, Pemilik Gudang Diamankan

Oplos Beras Kualitas Rendah dengan Medium, Pemilik Gudang Diamankan

Oplos Beras Kualitas Rendah dengan Medium, Pemilik Gudang Diamankan – Satu gudang di Dusun Kedungsari, Desa Gintangan digerebek polisi. Gudang ini disangka dipakai untuk tempat mengoplos beras kualitas rendah dengan beras kualitas medium. Setelah itu, beras oplosan itu di pasarkan di harga kualitas medium.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan pemilik gudang, Badirus Soleh (31) serta 5 orang pegawai gudang semasing berinisial MK, Pr, Hr, As, serta Da. Semuanya masyarakat ditempat. Ke enam orang itu sekarang tengah melakukan kontrol di Polsek Rogojampi.

Kapolsek Rogojampi, Kompol Suharyono menyampaikan, Soleh mengoplos beras kualitas rendah dengan beras kualitas medium. Beras itu dioplos dengan beberapa perbandingan mulai 3 banding 1, 7 banding 1, 7 banding 2 sampai 9 banding 2.

” Beras medium 3 kilo digabung dengan beras patah satu kilo dan sebagainya. Menjadi perbandingan beberapa macam sama dengan pesanan, ” tutur Suharyono, Jumat petang, (14/9/2018) .

Pengoplosan beras ini dikerjakan lewat cara yang simpel yaitu dengan memakai sekop besar serta sekop spesial untuk beras yang memiliki bahan stainless. Beras hasil oplosan lalu dikemas dengan memakai paket bermerek. Ada banyak merk yang dipakai terduga salah satunya merk Raja Pisang, Bunga, Mata Kail, Pisang Mas, Putri Dewa, serta Bengawan.

Hasil dari interogasi, Soleh telah menjalankan tindakannya ini saat 6 bulan paling akhir. Beras yang telah dikemas dengan beberapa merk itu lalu di pasarkan ke beberapa toko serta pasar tradisionil.

Suharyono menyebutkan, selama ini beras oplosan yang di pasarkan aktor tidak ada aduan dari penduduk. Berarti, kata Suharyono, beras itu masih tetap wajar mengkonsumsi. Walau demikian, hasil kontrol awal, pemilik gudang benar-benar tidak mempunyai izin usaha. Hingga pihaknya masih mengolah masalah ini.

Pemilik gudang disangka tidak mematuhi masalah 62 ayat (1) undang-undang nomer 8 Tahun 1999 mengenai perlindungan customer atau masalah 141 Undang-undang nomer 18 tahun 2012 mengenai Pangan atau masalah 110, 106 Undang-undang nomer 7 tahun 2014 mengenai perdagangan atau masalah 383 KUHP. Tanda bukti yang ditangkap berbentuk 12, 1 ton beras yang terbagi dalam 10 ton beras hasil oplosan serta 2, 1 ton beras type broken, sekop, timbangan elektrik, gerandong yang dipakai untuk menggiling beras.

Tentang merk yang dipakai untuk pasarkan beras oplosan itu, kata Suharyono, selama ini tidak ada satupun yang mempunyai hak paten. Pihaknya juga belumlah tahu peluang merk itu sudah dipatenkan orang yang lain.

About admin