Home / Uncategorized / Polda Metro jaya Ambil Alih Psikotropika Dan Amankan 6 Orang Pengedar

Polda Metro jaya Ambil Alih Psikotropika Dan Amankan 6 Orang Pengedar

Polda Metro jaya Ambil Alih Psikotropika Dan Amankan 6 Orang Pengedar – Polda Metro Jaya mengambil alih beberapa puluh ribu butir obat-obatan terlarang seperti PCC, tramadol, aprazolam, hexyymer, serta trinek phenidryl dari beberapa toko obat tidak berizin di Jakarta. Terkecuali obat, polisi juga menangkap enam orang penjualnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan, Polda Metro Jaya serta BPOM DKI Jakarta mengadakan razia di beberapa toko obat. Razia itu di gelar mulai sejak 13-18 September tempo hari serta berhasil mengambil alih lima butir PCC, 30. 463 butir tramadol, 2. 863 butir aprazolam, 46. 380 butir hexymer, 42 butir sanax, 202 butir dimolid, 94 butir riklona clonazepam, serta 2. 104 butir trinex phenedryl.

” Kami tangkap juga tersangka banyak enam orang berinisial RPA, FZ, JI, SY, JO, serta MC. Mereka kami jerat Pasal 196 subsider Pasal 198 UU RI No. 36/2009 perihal Kesehatan serta Pasal 62 UU RI No 5/1997 perihal Psikotropika, ” tutur Argo pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/9/2017) .

Menurut Argo, razia itu di gelar sama sesuai Perkap Kapolri untuk bersihkan terdapatnya obat-obatan terlarang yang mengedar di market, tidak sama sesuai baku, tidak berizin, hingga kedaluwarsa. Pasalnya, obat itu dapat beresiko waktu dimonsumsi warga.

Terkecuali di beberapa toko obat yang tidak mempunyai izin edar, obat terlarang yang udah tidak dibolehkan mengedar serta kedaluwarsa masih tetap diketemukan juga di apotek. Jadi itu, polisi juga melaksanakan penyitaan pada obat-obat itu.

Kepala BPOM DKI Jakarta Dewi Prawitasari menjelaskan, toko obat serta apotek itu tidak sama, apotek mesti mempunyai izin edar serta dapat memperjualbelikan semua jenis obat-obatan dengan dibarengi resep dokter. Tengah toko obat, walau duanya sama mesti mempunyai izin edar, cuma bisa jual obat bebas serta obat bebas terbatas saja tidak ada resep dokter.

” Bahkan juga toko obat itu jual obat-obatan keras juga. PCC di Jakarta belum juga diketemukan dalam jumlah besar, namun kami selalu melaksanakan pengawasan semuanya obat pada fasilitas yang disangka, baik tempat menghasilkan ataupun distribusinya, ” ujarnya.

Dia menuturkan, obat-obatan terlarang itu kalau disalahgunakan dapat menyerang system syaraf pemakainya, merubah perilakunya kalau difungsikan dalam takaran lebih dari ukuran. Bahkan juga, dapat hingga kejang-kejang serta mengakibatkan kematian.

” Sejauh ini, obat seperti hexymir, tramadol, serta trinex itu yang seringkali disalahgunakan. Toko obat yang ketahui jual obat psitropika, atau obat keras tanpa ada izin pasti sanksinya dapat berat, ” tuturnya.

About admin