Home / kriminal / Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Dan Mutilasi Guru Di Kediri

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Dan Mutilasi Guru Di Kediri

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Dan Mutilasi Guru Di Kediri – Motif pembunuhan Budi Hartanto, guru SD honorer di Kediri yg mayatnya dimutilasi pada akhirnya terkuak. Karena korban berkata kasar, selesai pemeran menampik uang membayar uang kencan sebesar Rp 100 ribu. Dihadapan wartawan, pemeran juga menangis serta memohon maaf terhadap keluarga korban.

Penyelidikan masalah pembunuhan guru tari di Kediri yg dimutilasi, senantiasa di kembangkan penyidik Subdit III Jatanras Ditrskrimum Polda Ja-tim. Selesai sukses tangkap ke-2 terduga penting pembunuhan Budi Hartanto, yakni Aris Sugianto alias AS serta Aziz Prakoso alias AJ, polisi sukses membuka motif dibalik pembunuhan sadis itu.

Hasil penyelidikan, pemeran Aris, adalah rekan kencan korban. Kedua-duanya adalah pasangan kencan semacam serta udah bersua 1 tahun lantas, lewat aplikasi hornet, atau jejaring sosial privat gay. Pembunuhan itu juga berlangsung waktu kencan yg ke empat. Motifnya ialah korban berkata kasar, selesai pemeran tidak dapat membayar uang kencan sebesar Rp 100 ribu.

Kedua-duanya juga berlangsung pertikaian serta korban senantiasa menagih hutang kencan terhadap pemeran Aris. Dengar pengucapan kasar korban, pemeran Aziz yang disebut rekan pemeran Aris, berikan nasehat.

Tetapi pemeran Aziz malahan mendapatkan tamparan dari korban. Tamparan ini dibalas sampai berakhir berseteru. Pemeran, lantas ambil parang serta menyabetkannya ke leher serta punggung korban berulang-kali. Selesai meninggal dunia, atas keinginan pemeran Aris, mayat korban lantas dimasukkan koper. Tetapi lantaran tidak muat, kepala korban pada akhirnya dipotong.

“Jasad korban dalam koper dibuang dibawah jembatan Karang Gondang Blitar, sesaat kepalanya dibuang ke sungai lokasi Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kediri. Dihadapan mass media, ke-2 pemeran mutilasi ini menangis serta memintaa maaf terhadap keluarga korban,” kata Kombespol Gupuh Setiono, Direktur Ditreskrimum Polda Ja-tim.

Kecuali tangkap ke-2 pemeran, polisi pula mengambil alih tanda bukti, salah satunya, koper, handphone, golok, serta sepeda motor korban. Karena kelakuannya, ke-2 pemeran dijaring clausal 340 KUHP terkait pembunuhan merencanakan, dengan ultimatum hukuman mati, atau penjara seumur hidup atau waktu spesifik, sangat lama 20 tahun penjara.

About admin