Home / berita umum / Rekam Warga yang Tebang Pohon, Petugas Keamanan Hutan di NTB Malah Dianiaya

Rekam Warga yang Tebang Pohon, Petugas Keamanan Hutan di NTB Malah Dianiaya

Rekam Warga yang Tebang Pohon, Petugas Keamanan Hutan di NTB Malah Dianiaya – Salah seseorang petugas perlindungan rimba dari Balai Kesatuan Pengendalian Rimba Ampang Riwo Soromandi Dinas Lingkungan Hidup serta Kehutanan NTB, Irham Ramdhan, dianiaya oleh rangkaian masyarakat. Irham dianiaya kala lakukan patroli di daerah rimba Madaprama Woja.

Momen itu di alami Irham pada Selasa (23/4/2019) . Kala itu Irham tengah mendokumentasikan tindakan group penduduk yg tengah menebang pohon di luar daerah.

Irham lalu dikejar serta dikeroyok sampai fase belur. Mobile phone punya Irham lantas dirusak serta dibanting oleh beberapa pemeran.

Irham terluka gara-gara peristiwa itu. Ia sekarang dirawat mendalam di RSUD Dompu.

” Kala itu petugas kami menyaksikan pekerjaan group penduduk yg kala itu disangka sedang lakukan pembabatan di daerah rimba Desa Madaprama ditempat, Kecamatan Woja, ” kata Kepala Bagian Perlindungan Rimba, Konservasi Sumber Daya Alam serta Ekosistemnya Dinas LHK NTB, Mursal, kala dihubungi wartawan, Kamis (24/4/2019) .

Mursal mengatakan penganiayaan tu di alami petugasnya saat lakukan pengawasan di tempat daerah rimba tutupan negara di lokasi Desa Madaprama Dompu.

” Meski sebenarnya kala itu petugas kami tengah mengerjakan pekerjaannya serta sudah sempat memberikannya penyuluhan serat imbauan pada penduduk yg berada pada tempat ditempat supaya tidak menyebabkan kerusakan serta kuasai daerah rimba. Tetapi sayangnya, petugas kami malahan dianiaya oleh group penduduk, ” jelasnya.

Mursal menyatakan pemakaian daerah rimba mesti sesuai ketentuan yg laku. Penduduk , menurut Mursal, mesti bekerjasama dengan KPH serta DLHK NTB yg dikasih kewenangan mengurus permasalahan rimba.

” Pemakaian rimba itu sangkal untuk kesejahteraan penduduk ditempat. Tetapi permasalahannya itu, tidak dapat orang itu (penduduk) bikin ketentuannya sendiri. Sebab peta daerah rimba telah ada serta tempat itu adalah daerah rimba lindung, ” tukasnya.

” Di tempat itu, masuk dalam daerah jadi tidak bisa semaunya untuk kuasai. Pemakaian rimba ada prosesnya terlebih dalam program kemitraan. Jadi tidak bisa asal-asalan kuasai rimba, ” tegasnya.

Momen penganiayaan ini tengah diselidiki oleh Polres Dompu. Dinas LHK NTB pasti juga sampaikan peristiwa ini pada Gubernur NTB Zulkieflimansyah serta Polda NTB.

About admin