Home / berita umum / Sebagian Pebisnis AS Akan Hengkang Dari China

Sebagian Pebisnis AS Akan Hengkang Dari China

Sebagian Pebisnis AS Akan Hengkang Dari China – Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Amerika Serikat (AS) di China menjelaskan perang dagang udah mengakibatkan problem pada anggota mereka. Problem tercermin hasil dari survey yg dikerjakan pada 250 anggota Kadin AS di China yg launching Rabu (22/5).

Hasil dari survey itu didapati jika tiga perempat responden yg disurvei menuturkan perang dagang udah memberikannya resiko negatif pada mereka. Karenanya perang dagang bikin cost serta harga barang naik.

Di satu bagian, perang dagang udah bikin pesanan barang terhadap mereka jadi kering. Atas resiko itu, lebih kurang 40 prosen entrepreneur AS yg disurvei menuturkan perhitungkan atau udah merelokasi upaya serta sarana produksi mereka ke luar dari China.

Survey membeberkan jika negara sebagai target entrepreneur AS untuk mengalihkan upaya mereka merupakan Meksiko serta lokasi Asia Tenggara. Cuma 35 prosen responden yg disurvei menjelaskan akan mengambil taktik di China untuk China.

Mereka terus bertekad untuk berproduksi di China serta membuat pasar di Negeri Gorden Bambu jadi tujuan. Selain itu, kurang dari enam prosen perusahaan yg disurvei menjelaskan tengah perhitungkan untuk mengalihkan pabrik mereka ke AS.

Jadi kabar, perang dagang di antara China dengan AS udah berkecamuk mulai sejak pertengahan 2018. Awal Mei tempo hari, perang kian menghangat.

Keadaan itu dipacu oleh Langkah AS tingkatkan harga import barang berharga US$200 miliar dari China. Kecuali kenaikan itu, Trump masih merencanakan untuk menetapkan harga import sebesar 25 prosen atas barang import sejumlah US$325 miliar asal China.

Trump menjelaskan pengenaan harga itu dikerjakan sebab faksinya menyaksikan China tidak punyai kemauan baik dalam mengakhiri kemelut dagang dengan negaranya.

Ketetapan itu langsung direspons China. Mereka menjelaskan akan membalas serbuan dagang yg dikobarkan oleh AS pada mereka. Balasan akan mereka kerjakan dengan tingkatkan harga import barang asal AS berharga US$60 miliar. Kementerian Keuangan China menjelaskan harga akan mulai disahkan 1 Juni kelak.

About penulis77